hadibanoe.com

Berbagi cerita, pengalaman dan ilmu pengetahuan

Header Email Ber-Attachment

Kali ini kita akan membahas tentang email ber-attachment. Pada dasarnya semua email dikirimkan dalam bentuk plain-text. Jika kita menambahkan sesuatu file binary ke dalam email, maka file tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk ASCII. Kita dapat melihat bentuk ASCII suatu file attachment di dalam sebuah email melalui header-nya. Untuk dapat melihat header sebuah email secara lengkap, kita dapat menggunakan fasilitas show original yang disediakan oleh email klien, baik yang desktop maupun web-base.

Kali ini saya mengambil contoh bagaimana melihat header sebuah email ber-attachment pada layanan GMail. Setelah anda login ke akun GMail, lalu pilihlah sebuah email untuk dibaca. Lalu pada bagian kanan email, carilah panah dropdown seperti gambar di bawah ini, lalu pilih Show original.

Setelah itu akan muncul tampilan plain-text yang sangat banyak, itulah format email yang dikirimkan sebenarnya.

Untuk email ber-attachment, header email akan ada sedikit penambahan. Berikut hasil capture dari header email ber-attachment dengan tipe JPG dan PDF.

Semoga bermanfaat.


Filed under: Keamanan Informasi Tagged: attachment, email, header, plaintext

Situs SBY Rentan DoS

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tugas kuliah untuk mencari sistem/aplikasi berbasis web yang rentan terhadap serangan Denial of Services (DoS). Salah satu cara mengujinya adalah dengan memasukkan data yang sangat panjang ke dalam form yang ada di aplikasi tersebut. Tanda-tanda aplikasi bermasalah antara lain (1) muncul pesan kesalahan (error message) yang terkait dengan hal tersebut, (2) sistem tidak merespon untuk waktu yang cukup lama (kemungkinan sistem hang atau me-reboot).

Lalu saya tertarik untuk mencoba situs www.presidenri.go.id dengan cara memasukkan data yang sangat panjang ke dalam form pencariaannya. Hasilnya muncul pesan error seperti gambar di bawah ini.

Berdasarkan hasil pengujian di atas, maka kemungkinan situs ini terkena serangan DoS menjadi lebih besar. Karena sistem/aplikasi belum dapat menangani error handling secara baik. Demikian temuan saya, terima kasih.


Filed under: Keamanan Informasi Tagged: DoS, rentan, SBY, situs

Solusi TSP dengan Algoritma Generate & Test

Traveling Salesman Problem (TSP) adalah suatu permasalahan di mana seorang sales
harus melalui semua kota yang ditunjuk dengan jarak yang paling pendek dan setiap kota hanya boleh dilalui satu kali. Penyelesaian dalam TSP adalah jalur yang dilalui oleh salesman sesuai dengan batasan di atas. Penyelesaian terbaik adalah jalur dengan jarak terpendek. TSP adalah salah satu contoh permasalahan kombinatorial dengan kemungkinan penyelesaian yang sangat banyak.

Contoh kasus TSP:

Di sini akan dibahas mengenail solusi TSP dengan algoritma Generate & Test (GT). Pada prinsipnya, algoritma ini meng-generate sebuah kandidat solusi, lalu dites apakah kandidat tersebut solusi yang dicari. Iterasi berhenti jika solusi sudah ditemukan.

Tetapi untuk menyelesaikan kasus TSP ini, algoritma tersebut mengalami sedikit modifikasi, di mana iterasinya akan berhenti setelah semua kandidat solusi telah dites untuk menghasilkan solusi yang optimal.

Pseudocode:

Contoh Kasus:

Kasus 4 Kota

Generate RandomPath berdasarkan jumlah kota

Generate candidates list menggunakan permutasi

Matriks Rute

Pengecekan Rute yang Valid

Rute dikatakan valid jika jalur yang dilalui tidak berjarak 0. Jika rute valid, maka jarak dihitung lalu dibandingkan untuk mendapatkan jarak yang paling optimal.

Setiap rute yang valid akan dibandingkan dengan rute valid lainnya guna mendapatkan rute terpendek yang merupakan solusi dari kasus TSP-nya. Yang dalam hal ini dipecahkan menggunakan algoritma Generate & Test.

Kelebihan dari algoritma ini adalah pencariannya yang lengkap dan selalu menghasilkan solusi yang optimal. Sedangkan kekurangannya adalah tidak cocok untuk data yang besar/banyak dan waktu pencariannya yang lama sesuai dengan banyak datanya.

Demikian pembahasannya, semoga bermanfaat.

Referensi:

[1] TSP http://en.wikipedia.org/wiki/Travelling_salesman_problem

[2] G&T http://www.ps.uni-saarland.de/~niehren/Web/Vorlesungen/Oz-NL-SS01/vorlesung/node229.html

[3] Jason Bronwlee. Clever Algorithms: Nature-Inspired Programming Recipes. First Edition. LuLu. January 2011


Filed under: Artificial Intelligence Tagged: AI, algoritma, TSP

Rezeki Kita

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja dibawah tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya suara alat bangunan.Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas,lalu dilemparnya uang 1.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja.Si pekerja memungut uang Rp 1.000 itu dan kembali melanjutkan pekerjaanya tanpa menoleh keatas.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 10.000  dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar saja” ke atas agar bisa berkomunikasi dengan dia. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp 10.000 dan kembali lagi asyik bekerja. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut diatas pasti ada yang sama dengan yg terjadi di kehidupan kita ! ! !

Kadang kita selalu sibuk mengurusi “dunia” kita ! !

Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah mengucap Terima Kasih dan bersyukur ! ! !

Karena banyak manusia yg lupa ketika mendapatkan rezeki. Kadang seringkali kita tidak mau tau dari mana rejeki itu datangnya.

Bahkan kita selalu bilang, memang kita lagi “HOKI!”

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki yang diturunkan Tuhan!!

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang biasa kita sebut dengan musibah, agar kita mau menoleh kepada Tuhan.

Karena yg namanya “musibah” itu bisa jadi diluar kemampuan kita untuk mengatasinya.

Semoga Bermanfaat .

Copas dari FB seseorang.


Filed under: Renungan Tagged: rezeki, syukur, teguran

Apa isi dari “teko” Anda??

Kita pasti sudah tau apa itu “teko”. Teko merupakan tempat yang biasa kita gunakan untuk menyimpan air minum. Biasanya teko diisi dengan air putih, tapi sering juga diisi dengan air teh, kopi dan air minum lainnya. Teko yang diisi air putih, jika dituang pasti akan mengeluarkan air putih, begitupun jika isinya air kotor, maka akan mengeluarkan air kotor juga. Teko hanya akan mengeluarkan apa yang menjadi isinya.

Bagaimana mengetahui “isi” dari manusia yang sebenarnya? Hal ini bisa kita lihat dari perbuatan dan perkataannya. Manusia juga dapat diibaratkan sebuah teko. Perkataan dan perbuatannya bisa menjadi cerminan isi yang sebenarnya dari manusia itu sendiri. Jika perbuatan dan perkataannya baik, maka mencerminkan bahwa “isi” dari manusia tersebut adalah kebaikan. Sebaliknya jika perbuatannya buruk/jahat dan perkataannya kasar/kotor, mencerminkan apakah “isi” dari manusia tersebut?? Manusia hanya berbuat dan berkata sesuai dengan apa yang ada di dalam diri yang sebenarnya.

Ingatlah kawan, mengeluh dan mengumpat tak akan menyelesaikan masalah apapun. Bersyukur, terus berusaha, dan berdoa, niscaya kita akan sukses dunia akhirat.

Mari kita introspeksi diri masing-masing, apakah isi dari “teko” kita??


Filed under: Renungan Tagged: isi, manusia, teko